Mengenal Permasalahan yang dihadapi LKP Febry dimasa pandemi Covid-19

 


    
LEMBAGA KURSUS DAN PENDIDIKAN (LKP) FEBRY

Jln. Pancing No. 80 A

Berdasarkan hasil wawancara langsung kepada salah satu karyawati LKP Febry ini, kami mendapatkan informasi bahwa LKP ini didirikan sejak tahun 2000. Nama pemilik LKP ini adalah Sarida Simbolon.

Asal usul pemberian nama LKP Febry yaitu bahwa Febry itu adalah nama anak perempuan dari Sarida Simbolon selaku pemilik.


Sebelum mengenal permasalahan di LKP atau Lembaga Kepelatihan dan Pendidikan ada baiknya jika kita ketahui terebih dahulu pengertian Pendidikan, Pendidikan Non-formal dan Lembaga Kursus dan Pendidikan (LKP).Berikut uraiannya:

Menurut UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003

1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

2. Pendidikan Non-formal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidian yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

3. Lembaga Kursus dan Pelatihan merupakan dua satuan pendidikan Nonformal seperti yang tertera dalam pasal 26 ayat (4) UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.  Secara umum dalam pasal 26 ayat (5) dijelaskan bahwa Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.



Permasalahan yang di alami LKP Febry selama pandemi Covid-19
Rizky Widayanti (karyawati) mengatakan bahwa ada beberapa permasalahan yang mereka alami di pandemi Covid-19 adalah 
1. Peserta yang mengikuti kursus dan pelatihan berkurang artinya tidak seramai yang dulu sebelum covid-19 berlangsung 
2. Pengunjung salon Febry Skin Care (Cream Perawatan dan Facial) berkurang sehingga berpengaruh kepada pendapatan/penghasilan salon tersebut.

Solusi Permasalahan
Rizky Widayanti juga mengatakan bahwa solusi yang mereka kerjakan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan memberlakukan Discount atau potongan kepada peserta yang ingin mengikuti kursus dan juga kepada pelanggan/pengunjung salon Febry tersebut.

Rizky Widayanti juga mengatakan bahwa berkurangnya peserta kursus merupakan masalah utama yang mereka hadapi, baik itu dimasa pandemi maupun dimasa-masa sebelumnya. Ada beberapa Lembaga Kurus dan Pelatihan/Pendidikan yang berada satu wilayah dengan LKP Febry menjadikan adanya persaingan di tiap LKP untuk berebut peserta kursus.








Demikian informasi yang bisa kami sampaikan terkait Permasalahan di Lembaga Kursus dan Pelatihan/Pendidikan Febry.
Proses identifikasi permasalahan dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Maret 2020 Pukul 13.00 WIB.
...................Terimakasih sudah berkunjung........................

Komentar

Posting Komentar